Gaet HTI dan FPI, Yusril Targetkan PBB Rebut 84 Kursi

Anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar aksi orasi damai long march di Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (17/4 - 2016). (Solopos / Ahmad Fauzan)
08 Mei 2018 21:00 WIB Antara Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan partainya siap mengakomodir eks anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang ingin maju sebagai calon legislatif dalam Pemilu Legislatif 2019.

"Ya siap aja kita. Kita tampung. Kalau mau daftar bisa melalui online. Jumlah masyarakat yang ingin daftar caleg dari PBB banyak sekali. Nanti akan kita seleksi, sehingga dapat memenuhi ketentuan maksimum," kata Yusril di Kantor HTI di Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Yusril mengaku tidak masalah bila mantan atau anggota HTI ingin bergabung dan mendukung PBB. Saat ini, kata dia, sudah ada di beberapa daerah mantan anggota HTI yang bergabung ke PBB. "Kalau mereka ingin gabung ke PBB, kita terima," ucapnya.

Menurut Yusril, bergabungnya mantan atau anggota HTI akan berpengaruh terhadap suara PBB di Pemilu 2019. "Sudah pasti akan bertambah dukungannya. Dukungan terhadap PBB tidak hanya dari HTI saja, melainkan ormas lain cukup banyak. Bahkan, mereka yang sebelumnya golput akan mendukung PBB pada Pemilu 2019," ujarnya.

Yusril menambahkan, angka golput pada Pemilu 2014 lalu mencapai 56 juta suara. Jumlah itu dinilainya sebagai angka yang cukup tinggi. "Saya kira segmen yang mendukung PBB meluas dan tidak terbatas hanya ormas HTI dan FPI saja, tapi ormas lainnya juga berkeinginan bergabung. Pemuda Pancasila juga ingim bergabung," kata mantan Menkumham ini.

Ia menambahkan dengan banyaknya ormas Islam dan ormas kepemudaan yang ingin bergabung dengam PBB, maka target PBB sebesar 9 persen dalam Pemilu 2019 akan tercapai.

"Target yang kami kejar sebenarnya satu dapil satu wakil. Jika ada 84 dapil di seluruh Indonesia, maka kami targetkan 84 kursi DPR. Ini sudah lebih dari 9 persen, kami harapkan PBB minimal melampaui batas PT 4 persen dan masuk kembali ke DPR," tutur Yusril.

Tokopedia