PSI: Ada Rahasia Negara, Sri Mulyani Tak Usah Debat dengan Rizal Ramli

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Antara/R. Rekotomo)
08 Mei 2018 05:30 WIB Fitri Sartina Dewi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak wajib melayani tantangan debat Rizal Ramli soal utang. Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo mengatakan Sri Mulyani sebagai eksekutif dan pembantu pelaksana pemerintahan nasional tidak sembarangan ikut berdebat diwilayah terbuka atau publik.

“Menkeu tidak wajib melayani debat, apalagi kalau dia menilai tidak proporsional dan menyangkut rahasia negara sebagai bagian dari eksekutif. Tentu ada tafsiran subjektif beliau,” kata Rizal melalui keterangan resmi, Senin (7/5/2018).

Menurutnya, untuk memenangkan sebuah debat dibutuhkan lebih banyak data dan transparansi secara paripurna selain kemampuan analitis. Dia menuturkan setiap orang dapat memiliki kebebasan memberikan informasi dan diatur dalam perundang-undangan serta dijamin dalam pasal 28F Amandemen kedua UUD 1945. Namun, tidak ada kebebasan yang mutlak.

There is no absolute freedom. Termasuk dalam menyalurkan informasi, apalagi Menkeu sebagai pejabat negara yang sudah disumpah. Menkeu punya pertimbangan subjektif yang mesti dipahami secara objektif, untuk menolak suatu debat yang dianggapnya tidak produktif bagi negara,” ujarnya.

Dalam debat terbuka, imbuhnya, seringkali proses adu argumentasi sulit terkontrol. “Ini sangat berbahaya bagi seorang pejabat negara dalam melayani debat pihak-pihak yang independen, apalagi pihak yang kadar political investigation-nya tinggi,” ucapnya.

Menurut Rizal, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman itu merupakan sosok yang cerdas dan memiliki banyak inovasi dalam berbagai kebijakan ekonomi serta industri, namun kurang bijak. “Pemikiran beliau ini sangat banyak yang super, tetapi yang kurang dari beliau hanya soal wisdom. Kalau beliau sabar dan lebih wise lagi, mantap ini orang,” ujarnya.

Rizal Ramli hingga saat ini menanti debat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani soal utang pemerintah. Namun ajakan tersebut hingga kini belum mendapatkan respons dan beberapa pihak menyarankan Sri Mulyani tidak menanggapinya.