Biro Umrah Wajib Berangkatkan Jemaah Maksimal 6 Bulan

Kantor cabang biro jasa umrah PT Amanah Bersama Ummat Abu Tours & Travel terlihat tutup di Jl. Adisucipto, Solo, Senin (26/2 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
07 Mei 2018 06:00 WIB Muhammad Ismail Nasional Share :

Solopos.com, SOLO--Biro perjalanan umrah sekarang tidak boleh lagi membuat daftar antrian pemberangkatan umrah lebih dari enam bulan. Kementerian Agama (Kemenag) membuat kebijakan baru tersebut setelah maraknya biro umrah nakal yang menipu ribuan jemaah umrah.

“Awal tahun ini Kemenag pusat membuat kebijakan baru terkait biro umrah. Kebijakan tersebut melarang biro biro umrah membuat daftar antrian calon jemaah umrah lebih dari enam bulan. Kami menerima informasi tersebut langsung menyosialisasikannya kepada semua biro umrah di Kota Bengawan,” ujar Kasi Penyelengara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Solo, Rosyid Ali Safitri saat dihubungi Solopos.com, Minggu (6/5/2018).

Tokopedia

Rosyid mengungkapkan kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Kebijakan tersebut bisa dijadikan acuan biro umrah agar tidak seenaknya lagi membuka pendaftaran calon jemaah umrah melebihi ketentuan.

“Kalau sekarang menemukan biro umrah menjanjikan memberangkatkan calon jemaah umrah selama setahun segera lapor ke Kemenag Solo. Saya akan menindaklanjuti di lapangan kalau menemukan biro umrah nakal,” kata dia.

Ia menjelaskan kalau calon jemaah umrah mendaftar Mei, maka harus berangkat ke Tanah Suci paling lambat November. Kemenag, lanjut dia, membuat kebijakan tersebut setelah terungkapnya kasus penipuan yang dilakukan oleh sejumlah biro perjalanan umrah. Kasus penipuan biro umrah yang menjadi sorotan yakni First Travel, PT Utsmaniyah Hannien Tour, dan PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours).

Rosyid menyebutkan, di Solo ada empat kantor pusat dan sembilan kantor cabang biro perjalanan umrah yang secara resmi terdaftar di Kantor Kemanag Solo. Empat kantor pusat biro perjalanan umrah itu antara lain, PT Hajar Aswad, PT Amanu, PT Amalia Tour & Travel, dan PT Kharisma Haramain Indonesia.

“Kami pastikan biro tersebut kondisinya sehat. Kemenag sering berkomunikasi dengan pemiliknya terkait pemberangkatan calon jemaah umrah,” kata dia.

Kanit IV Satreskrim Polresta Solo, Iptu Sudarmiyanto mewakili Kapolresta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, mengungkapkan pekan depan akan kembali melayangkan surat penggilan pimpinan cabang Abu Tours Solo. Polresta juga masih menunggu laporan 72 calon jemaah umrah baru yang menjadi korban untuk melengkapi berkas perkara kasus ini.