Akhirnya, Warga Israel Bisa Masuk Indonesia dengan Visa Turis

Bendera Israel dengan latar belakang Masjid Al Aqsa, Yerusalem. (Reuters)
04 Mei 2018 22:08 WIB Adib Muttaqin Asfar Internasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Tahukah Anda? Kini warga Israel bisa masuk ke wilayah Indonesia dalam waktu terbatas dan proses yang cukup panjang dan mahal. Bahkan, warga Israel harus pergi ke Singapura demi mendapatkan visa mereka.

Meski demikian, hal ini tetap menjadi kabar baik bagi warga Israel yang ingin berwisata ke Indonesia. Pasalnya, selama puluhan tahun turis asal negara tersebut tidak pernah diizinkan masuk Indonesia secara resmi karena tidak ada hubungan diplomatik kedua negara.

Tokopedia

"Destinasi-destinasi indah yang hanya bisa dilihat orang Israel lewat film, segera bisa diakses. Kini, Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, menerima permohonan visa turis dari Israel," tulis media Israel, Hareetz, Kamis (4/5/2018).

Selama ini, Israel hanya bisa mendapatkan visa bisnis yang biayanya mencapai US$800. Karena tak ada hubungan diplomatik Indonesia-Israel, maka proses pembuatan visa pun memakan waktu lama. Hingga 2015, agen perjalanan hanya bisa mendapatkan akses untuk mengirim beberapa kelompok turis ke Indonesia melalui proses yang berat.

"Meski tak ada hubungan diplomatik, kedua negara memiliki kamar dagang yang bisa membantu promosi wisata Israel di Indonesia. Kini, tanpa perjanjian khusus kedua negara, warga Israel bisa mengajukan visa turis mulai Selasa 1 Mei 2018," sebut Hareetz.

Meski demikian, proses pembuatan visa untuk warga Israel tidak begitu saja menjadi mudah. Orang Isrel hanya bisa mengajukannya melalui Agensi Israel-Indonesia yang dibentuk April lalu. Biaya pengurusan ini mencapai US$135 untuk visa yang berlaku selama 30 hari. Perpanjangan bisa dilakukan dengan biaya US$35 perhari.

Kesulitan lainnya adalah visa tersebut hanya bisa diambil di Kedubes Indonesia di Singapura. Di sana, butuh beberapa jam untuk mendapatkan visa itu.

Menurut Hareetz, pelayanan di Kedutaan terebut akan dikenakan biaya SGD75 (US$56). Pilihan lainnya, Kedutaan akan mengirim paspor dan visa melalui jasa kurir dengan biaya tambahan SGD50. Pihak Israel kini masih berupaya melobi agar visa itu bisa diperoleh di negara mereka sendiri.

Israel sendiri masih berupaya agar Indonesia bisa menerima pengajuan visa mereka secara resmi suatu hari nanti. Sedangkan program ini akan dievaluasi tahun depan, apakah diteruskan atau dihentikan.

Sumber : Haeertz