Susi Ferawati Tunjukkan Gelang Tasbih di Polda Metro Jaya

Video yang menunjukkan saat Susi Ferawati bersama anaknya di tengah kelompok berkaus 2019gantipresiden. (Youtube / Jakartanicus)
04 Mei 2018 19:33 WIB Rachmad Subiyanto Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Susi Ferawati, korban kasus dugaan persekusi di car free day (CFD) Jakarta, belum mau menjelaskan misteri gelang berbentuk tasbih yang dikenakannya dan menjadi viral. Belakangan setelah beredarnya dokumentasi yang menunjukkan dugaan intimidasi itu, muncul isu yang menyebutkan kelompok korban dan pelaku intimadasi memakai gelang yang sama.

Susi Ferawati yang merupakan relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan mengenakan kaus Dia Sibuk Bekerja Minggu (29/4/2018) lalu, memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (4/5/2018). Dia datang terkait kasus dugaan pengancaman disertai kekerasan kelompok #2019GantiPresiden.

Tokopedia

Saat tiba di Polda Metro Jaya, Susi irit bicara soal materi pemeriksaan perdananya itu. Dia mengaku baru mau berbicara jika sudah rampung menjalani pemeriksaan. "Sudah ditunggu nih untuk di BAP," kata Susi di Polda Metro Jaya, dilansir Suara.com.

Dia pun tak mau menjelaskan soal polemik gelang berbentuk tasbih yang dikenakannya saat mengalami aksi perundungan yang diduga dilakukan kelompok berkaus #2019GantiPresiden itu. Namun, dia memperlihatkan gelang tabsih itu yang dipakai di tangan kanannya sembari bergegas memasuki ruang pemeriksaan.

"Nih gelangnya, saya pakai," kata Susi. Susi tak sendiri ketika mendatangi Polda Metro Jaya. Dia turut didampingi anggota komunitas Cyber Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Umun Cyber Indonesia Muannas Alaidid menyampaikan pihaknya akan menyertakan barang bukti terkait pemeriksaan perdana Susi. Barang bukti itu berupa foto-foto dan rekaman video berisi sebagian relawan berkaos #2019GantiPresiden yang diduga menjadi pelaku aksi perundungan.

"Gambar para pelaku, saksi di TKP dan beberapa rekaman video. Terduga pelaku yang pasti lebih dari 5 orang," kata Muannas saat dihubungi Suara.com.

Muannas menduga, masih ada relawan berkaos #DiaSibukKerja yang menjadi intimidasi di area Car Free Day pada Minggu (28/4/2018). Namun, kata dia, Cyber Indonesia hanya fokus melakukan pendampingan hukum terhadap Susi dan anaknya.

"Sebetulnya banyak karena kita hanya tangani Bu Susi dan anaknya kita concern itu saja," kata dia.

Buntut dari peristiwa itu, Susi akhirnya melaporkan kasus perundungan itu ke Polda Metro Jaya, Senin (30/4/2019). Tak tanggung-tanggung, ibu rumah tangga itu membuat dua laporan berbeda.

Dalam laporan pertama, Susi memasukan Pasal 77 Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dan Pasal 335 KUHP Perbuatan Tidak Menyenangkan Disertai Ancaman Kekerasan serta Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. Dalam kasus yang ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya, pihak terlapor masih dalam tahap penyelidikan. Susi juga turut melaporkan aktivis Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya terkait dugaan pengancaman melalui media sosial.

Sedangkan terkait isu gelang itu, Mustofa pernah menyebut ada sejumlah kejanggalan dalam kasus yang menjadi viral itu. Menurutnya, ada orang yang mengenakan gelang yang mirip dengan pelaku, korban, dan provokator intimidasi. Polemik gelang ini juga menjadi perdebatan di media sosial.

Sumber : Suara.com