Harian Umum Solopos: Pengawasan Tenaga Kerja Asing Menyisakan Masalah

Harian Umum Solopos edisi Jumat 27 April 2018
27 April 2018 11:00 WIB Muhammad Rizal Fikri Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Ombudsman menyatakan penempatan dan pengawasan tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia menyisakan banyak masalah. Pengawasan TKA di berbagai daerah tergolong lemah.

Kesimpulan itu diambil setelah lembaga itu menginvestigasi permasalahan TKA. Komisioner Ombudsman Laode Ida dalam jumpa pers di Gedung Ombudsman, Jakarta, Kamis (26/4/2018), menyatakan ada empat hasil temuan dalam investigasi tersebut. Dia menyebut ada potensi malaadministrasi dari sisi aturan di antaranya mengenai perpanjangan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dan permohonan dan perpanjangan izin menggunakan tenaga kerja asing (IMTA).

Berita tentang pengawasan tenaga kerja asing itu menjadi berita utama Harian Umum Solopos edisi Jumat (27/4/2018). Selain itu ada berita menarik lainnya seperti di bawah ini:

INDUSTRI PARIWISATA: Berharap Banyak Dari Destinasi Baru
Destinasi baru wisata di Soloraya menjadi hal baru dalam familiarization trip(famtrip) Solo Raya Consortium (SRC) 17. Beberapa destinasi baru yang dicoba dijelahi yaitu Dalem Joyokusuman di Solo dan Rumah Atsiri Indonesia di Karanganyar yang belum dibuka untuk umum.

Kamis (26/4/2018) merupakan hari ketiga pelaksanaan famtrip SRC 17. Kegiatan yang digelar salah satunya table top yang dilaksanakan di Dalem Joyokusuman, Gajahan, Solo. Acara tersebut mempertemukan para buyeryang merupakan para peserta fam tripdengan para selleryang rata-rata adalah dari hotel dan restoran di Solo dan sekitarnya.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

Di Halaman Soloraya ada berita tentang penataan Sriwedari yang butuh dana corporate social responsibility (CSR). Pemerintah Kota (Pemkot) Solo gencar mencari sumber dana dari program CSR untuk penataan Sriwedari.

Dana CSR direncanakan untuk membiayai pembangunan Gedung Wayang Orang (GWO) serta penataan taman di kawasan tersebut. Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Solo, Ahyani. mengatakan Pemkot Solo akan membangun ulang GWO Sriwedari dengan kualitas internasional yang tidak kehilangan karakter tradisional dan budaya. Pembangunan GWO akan dikerjakan tahun ini melalui sumber pendanaan dari CSR.

Berita tentang penataan Sriwedari butuh dana CSR menjadi berita utama halaman Soloraya Harian Umum Solopos hari ini. Selain itu ada berita menarik lainnya di bawah ini:

Karanganyar Raih Penghargaan Tertinggi
Kabupaten Karanganyar menjadi satu-satunya kabupaten di Soloraya yang menerima penghargaan tertinggi penyelenggaraan pemerintah daerah. Penghargaan itu diserahkan dalam puncak acara memperingati HUT ke-22 Otonomi Daerah (Otda) di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (25/4/2018) malam. Karanganyar meraih peringkat tiga dengan skor 3.5922.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyerahkan penghargaan kepada Pjs.BupatiKaranganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo.Tahun lalu, Karanganyar menduduki peringkat dua pada ajang serupa.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/