Solopos Hari Ini: Dinamika Bakal Capres-Cawapres hingga Baju Baru Jukir Solo

Harian Umum Solopos edisi Kamis 26 April 2018
26 April 2018 09:30 WIB Muhammad Rizal Fikri Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Langkah partai politik (parpol) dalam menentukan koalisi untuk memilih calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pilpres 2019 masih cair.

Beragam opsi terbuka seperti opsi duet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto hingga munculnya calon alternatif seperti mantan Panglima TNI Jenderal (Pur) Gatot Nurmantyo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

”Ketua-ketua partai adalah politikus-politikus ulung. Mereka melihat situasi semuanya sampai dengan menjelang Agustus [penutupan pendaftaran capres-cawapres], itu yang harus kita pahami. Tidak bisa dipaksakan,” jelas Gatot seusai menjadi pembicara Urun Rembuk Kebangsaandi Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Berita tentang dinamika politik jelang Pilpres 2019 menjadi headline halaman utama Harian Umum Solopos edisi Kamis (26/4/2018). Selain itu ada berita menarik lainnya seperti di bawah ini:

OTONOMI DAERAH: Membasmi Ladang Korupsi di Daerah

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengevaluasi berbagai program milik pemerintah daerah (pemda) yang dinilai sebagai sumber korupsi.
Evaluasi dilakukan lantaran dalam beberapa waktu terakhir banyak operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat kepala daerah. selama periode 2004-2017, sebanyak 89 kepala daerah (gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, wali kota/wakil walikota) menjadi tersangka KPK. Jumlah itu bertambah karena selama tiga bulan pertama ada setidaknya ada sembilan kepala daerah menjadi tersangka korupsi.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

Di Halaman Soloraya ada berita tentang penataan kawasan Taman Sriwedari. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyatakan pembangunan masjid raya di kawasan Taman Sriwedari akan mengembalikan roh spritiual yang tadinya menjadi bagian dari Sriwedari.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Solo, Ahyani, menanggapi pernyataan keprihatinan kalangan budayawan dan pemerhati sejarah dan budaya Kota Solo saat mereka mendatangi Balai Kota Solo, Rabu (25/4). Mereka mempertanyakan kejelasan rencana penataan kawasan Sriwedari.

Berita tentang penataan Taman Sriwedari menjadi berita utama halaman Soloraya Harian Umum Solopos hari ini. Selain itu ada berita menarik lainnya seperti di bawah ini:

PELAYANAN PARKIR: Seragam Baru Cegah Juru Parkir Ilegal

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akhirnya memutuskan mengganti seragam bagi para juru parkir (jukir) di Kota Bengawan. Seragam baru tersebut kali pertama diperkenalkan kepada para jukir oleh Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo saat acara Diklat Pemberdayaan Masyarakatyang diadakan Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BPPDT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Hotel Swiss Belinn Saripetojo, Solo, Rabu (25/4/2018) pagi.

Wali Kota kemudian secara simbolis menyerahkan seragam baru tersebut dengan cara mengenakannya kepada tiga wakil jukir yang hadir mengikuti diklat. Rudy menyampaikan seragam jukir diganti demi menjaga kualitas pelayanan parkir kepada masyarakat. Dia ingin mengantisipasi adanya jukir ilegal yang bersembunyi di balik seragam jukir resmi. Rudy menyebut seragam jukir baru ini cenderung sukar untuk ditiru atau didapat oleh sembarang orang. Dengan demikian, hanya jukir resmi yang bisa memiliki seragam model baru dengan cara mengaksesnya ke Dinas Perhubungan (Dishub) Solo.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

 

Kolom 14 hours ago

Mengapa Ada Teror?