Puluhan Penganiaya Bonek Sembunyi di Luar Kota Solo

Capture video kisruh truk yang ditumpangi bonek dilempari (Istimewa - Facebook)
24 April 2018 22:35 WIB Muhammad Ismail Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Surakarta kesulitan menangkap lebih dari 100 orang yang diduga terlibat penganiayaan dua suporter  Persebaya Surabaya alias bonek, Mico Pratama, 17, dan Rizky Sadam, 17, seusai pertandingan PS Tira vs Persebaya di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, DIY, Sabtu (14/4/2018) dini hari lalu.

Polisi sudah mendatangi rumah para tersangka namun hanya mendapat keterangan mereka belum kembali ke rumah sejak 14 April. Polisi menduga mereka sembunyi di luar kota untuk menghindari penangkapan.

Tokopedia

Sampai saat ini, polisi baru menangkap empat tersangka dan berkas perkara mereka sudah kelar. Berkas perkara empat tersangka penganiayaan bonek ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo. Keempat tersangka yakni AKS, 23, warga Banyuanyar, Banjarsari, Solo; MAP, 17, warga Klodran, Karanganyar; STAP, 16, warga Banyuanyar, Banjarsari, Solo; dan DZAP, 16, warga Kadipiro, Banjarsari, Solo.

Pelaksana Harian (Plh) Kasatreskrim Polresta Surakarta, AKP Sutoyo, mengungkapkan polisi masih memburu pelaku penganiayaan lainnya yang berjumlah puluhan orang. Pelaku lainnya sulit ditangkap karena melarikan diri ke luar kota.

“Saya sudah mendatangi rumah mereka. Orang tua pelaku yang masih kabur hanya memberikan keterangan anaknya belum pulang sejak 14 April setelah kejadian penganiayaan bonek,” ujar Sutoyo kepada wartawan di Mapolresta Surakarta, Selasa (24/4/2018).

Polresta Surakarta juga berkoordinasi dengan polisi di daerah lain untuk menangkap pelaku yang melarikan diri ke luar kota. Ia memastikan dari empat pelaku yang ditangkap dan yang masih kabur bukan dalam satu komunitas. Mereka semua melakukan aksinya hanya spontanitas.

Sutoyo menjelaskan berkas perkara empat tersangka kasus penganiayaan bonek  itu sudah dilimpahkan ke Kejari atau masuk tahap I. Sementara itu, lima orang masih diperiksa sebagai saksi sampai sekarang diminta wajib lapor ke Mapolresta Surakarta setiap Senin dan Kamis.

Polresta Surakarta sudah menerima hasil visum dua korban penganiayaan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi. Hasil visum ini dimasukkan sebagai barang bukti.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo mengatakan sampai saat ini belum ada pelaku lainnya yang menyerahkan diri ke Polresta. Ia mengimbau pelaku yang masih kabur agar segera menyerahkan diri. 

“Kami sampai sekarang masih menggodok konsep deklarasi damai antarsuporter Persebaya Bonek dan Persis Solo Pasoepati. Deklarasi ini sangat penting agar tidak ada aksi rusuh antarsuporter atau antara suporter dengan warga Solo,” kata dia.