50-100 Orang Terlibat Penyerangan Bonek di Solo Masih Diburu!

Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo menunjukkan barang bukti bambu penganiayaan suporter bonek, Selasa (17/4 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
19 April 2018 15:00 WIB Muhammad Ismail Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Polresta Surakarta masih memburu 50-100 orang yang terlibat kasus penyerangan bonek di Solo hingga berujung tewas, Sabtu (14/4/2018). Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Surakarta menangkap dua orang pelaku kasus penganiayaan yang berujung meninggalnya Mico Pratama, 17, suporter Persebaya Surabaya Bonek, Senin (16/4/2018).

Kedua pelaku penyerangan bonek adalah AKS, 23, warga Banyuanyar, Banjarsari dan MAP, 17, warga Klodran, Karanganyar.Kapolresta Solo Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, mengungkapkan pelaku ditangkap di dua lokasi yakni AKS di tempat persembunyian di wilayah Wonogiri dan MAP di rumahnya di Banyuanyar.

Tokopedia

“Kedua tersangka ini memiliki peran berbeda-beda. AKS melempar batu sambil merekam aksinya bersama teman-temannya mengunakan ponsel. Kemudian hasil rekaman diunggah di medsos [media sosial]. Kemudian MAP berperan memukul dengan bambu dan menendang Mico [meninggal dunia] dan Sadam, 17 [kritis],” ujar Ribut kepada wartawan, Selasa (17/4/2018).

Ia menjelaskan sebanyak 50 orang sampai 100 orang masih buron karena terbukti terlibat melakukan penganiayaan suporter Bonek. Polresta mengimbau kepada pelaku yang masih buron segera menyerahkan diri ke Mapolresta Solo.

“Kami akan memburu pelaku yang melarikan diri sampai ketangkap. Motif kedua pelaku balas dendam setelah rombongan suporter Bonek sebelumnya saat pulang dari Yogyakarta melempari warga Solo di wilayah Kampung Banyuagung, Banjarsari,” kata dia.

Ia menjelaskan kelompok kedua pelaku ini terbagi dalam kelompok kecil dengan anggota sepuluh sampai 11 orang. Mereka menyebar disejumlah titik yang kemungkinan dilewati rombongan Bonek dengan menggunakan sepeda motor.

“Kelompok MAP dan AKS ini menghentikan truk yang ditumpangi Miko dan Sadam. Kemudian menarik mereka dan memukulinya hingga babak belur. Kami pastikan truk yang dihentikan pelaku ini diluar jangkauan pantauan Polresta Solo karena banyak truk dan bus Bonek yang diamankan polisi,” kata dia.

Mantan Kapolres Salatiga ini menjelaskan Mico dan Sadam bersama puluhan teman-teman Bonek lainnya berangkat dari Yogyakarta pukul 01.30 WIB dengan mencegat truk di pinggir jalan. Rombongan ini tiba di Solo sekitar 03.15 WIB dan diserang warga.