Bonek Mania Tanggapi Pernyataan Polisi Solo Soal Motif Penyerangan

Capture video kisruh truk yang ditumpangi bonek dilempari (Istimewa - Facebook)
19 April 2018 09:27 WIB Salsabila Annisa Azmi Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA - Polresta Surakarta telah menangkap dua orang penganiaya bonek  hingga berujung tewas saat melintasi Solo, Sabtu (14/4/2018) dini hari. Aparat Polresta Surakarta mengungkap motif penganiayaan berujung meninggalnya suporter Persebaya Surabaya (bonek), Mico Pratama, 17, warga Surabaya, pada Sabtu (14/4/2018) dini hari lalu adalah balas dendam. Bonek Mania belum menentukan sikap atas pernyataan Kepolisian Solo itu.

"Motif pelaku balas dendam setelah rombongan bonek sebelumnya saat pulang dari Yogyakarta melempari warga Solo di wilayah Kampung Banyuagung, Banjarsari,” kata Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, saat rilis penangkapan dua pelaku penganiayaan bonek di Mapolresta Surakarta, Selasa (17/4/2018).

Bonek Mania menyatakan belum bisa memberi pernyataan resmi. Pasalnya, pertemuan akbar Bonek Mania pada Minggu (15/4/2018) lalu masih belum menemukan titik terang.

Anggota Supporter Bonek, Hasan Tiro mengatakan pertemuan akbar selanjutnya digelar pada Rabu (18/4/2018) guna membahas kronologi penyerangan terhadap supporter Bonek.

"Kami belum bisa memberi statement atas statement tersebut [motif penyerangan adalah balas dendam menurut polisi], pertemuan pertama masih belum menemukan titik terang," kata Hasan saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (18/4/2018).

Terkait dengan pernyataan kepolisian Solo soal kronologi penyerangan bermula dari ulah Bonek melempar batu ke warga, sehingga berujung pembalasan warga Hasan menyatakan internal Bonek masih belum mengetahui kronologi kejadian secara jelas termasuk penyerangan awal yang dimaksud.

Pasalnya, Hasan mengatakan, saat kejadian di TKP, supporter Bonek terpisah menjadi dua. Sebagian ada yang sudah bersama korban di TKP, sebagian ada yang masih tertinggal di belakang. Pertemuan akbar diadakan guna meluruskan dan menyamakan persepsi seluruh anggota Bonek sebelum menyatakan statement resmi.

Hasan mengatakan pertemuan akbar bertujuan untuk mengungkap kronologi penyerangan secara utuh dan jernih. Dia mengatakan masih banyak simpang siur yang terjadi di eksternal Bonek.