Pilkada 2018: Panwaslu Karanganyar Periksa Ketua Tim Sukses Roda

Ketua Panwaslu Karanganyar, Kustawa, menunjukkan kain yang dipersoalkan warga Mojogedang, Selasa (3/4 - 2018). (Solopos/Ponco Suseno)
17 April 2018 22:35 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Karanganyar memintai keterangan ketua tim sukses pasangan calon nomor urut 1 Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih (Roda), Joko Tri Susilo, di Kantor Panwaslu, Selasa (17/4/2018).

Pemeriksaan itu guna menelusuri ada tidaknya pelanggaran dalam aksi bagi-bagi suvenir  di empat kecamatan yang melibatkan orang dari luar Karanganyar. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah panitia pengawas kecamatan (panwascam) di Karanganyar menemukan indikasi pengerahan orang luar Karanganyar di Pilkada 2018.

Hal itu terjadi di Jatipuro, Matesih, Jumantono, dan Mojogedang. Orang di luar daerah itu berasal dari Jatim, Wonosobo, Sukoharjo, dan beberapa daerah lainnya di Soloraya.

Mereka terlibat bagi-bagi suvenir, seperti sisir, penjempit pakaian, dan mereka juga menempelkan stiker di rumah-rumah warga, Sabtu (14/4/2018). Di samping itu, orang luar daerah juga terlibat arak-arakan 103 mobil yang ditempeli stiker bergambar pasangan calon nomor urut satu.

Rute arak-arakan itu Bejen-Mojogedang-Grompol-Kebakkramat-Jaten-Karanganyar. Belakangan diketahui, orang di luar daerah Karanganyar itu merupakan warga PKS yang mengikuti kegiatan perkemahan bertajuk Pandu Keadilan di Delingan, akhir pekan lalu.

Kegiatan kemah diselenggarakan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jateng. Jumlah peserta mencapai 400 orang. Pesertanya dari berbagai daerah di Jateng.

“Hari ini [kemarin], kami memanggil informasi dari Pak Joko Tri Susilo selaku ketua tim sukses pasangan calon nomor urut 1 dan Mas Endi selaku ketua panitia penyelenggara kemah di Delingan. Saat dimintai keterangan tadi, Pak Joko Tri Susilo membenarkan adanya bagi-bagi suvenir itu [dilakukan orang di luar daerah Karanganyar]. Dari Mas Endi juga mengakui ada arak-arakan mobil. Yang bersangkutan tak mau itu disebut konvoi. Terkait stiker di mobil itu, menurut dia kebetulan ada sisa dari tim sukses pasangan calon nomor urut 1,” kata Ketua Panwaslu Karanganyar, Kustawa, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa.

Kustawa mengatakan Panwaslu Karanganyar akan fokus memintai keterangan seluruh pihak terkait guna menelusuri aksi bagi-bagi suvenir yang melibatkan orang di luar daerah. Hal itu termasuk memintai keterangan tim sukses di tingkat kecamatan.

“Setelah upaya memintai keterangan rampung, kami akan mengkaji lebih lanjut. Hasil kajian itu untuk menentukan apakah ada pelanggaran atau tidak. Sesuai regulasi PKPU No. 4/2017 tentang Pilkada, orang luar daerah diperbolehkan ikut berkampanye asalkan terdaftar sebagai tim sukses di pasangan calon. Orang di luar daerah yang dilaporkan bagi-bagi suvenir ini tidak tercatat sebagai tim sukses. Sekilas unsur terstruktur terpenuhi, tapi unsur masifnya belum,” katanya.

Terpisah, calon bupati (cabup) nomor urut 1, Rohadi Widodo, mengaku tak tahu-menahu soal aktivitas sukarelawan dari luar daerah, akhir pekan lalu. “Kalau dari sukarelawan itu sendiri-sendiri,” kata Rohadi Widodo.



Kolom 1 day ago

Budaya Ngiras