Terungkap! Mayat di Kali Jenes Kleco Solo Korban Penganiayaan Anak Punk

Evakuasi mayat pria tanpa identitas di Kali Jenes seberang Pasar Kleco, Laweyan, Solo, Senin (16/4 - 2018). (Solopos/Burhan Aries Nugraha)
17 April 2018 18:35 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Surakarta berhasil mengungkap identitas mayat laki-laki  yang ditemukan mengambang di Kali Jenes, Kleco, Laweyan, Solo, Senin (16/4/2018). Tak hanya itu, polisi juga mengungkap penyebab kematian warga Klaten itu.

Mayat berinisial BDS, 15, warga Klaten. BDS meninggal dunia karena dianiaya tiga anak punk. Ketiga pelaku penganiayaan itu Micheal Keanu Tasiam, 19, warga Wonosari, Klaten; Bambang Pamungkas Sapto Nugroho, 19, warga Kartasura, Sukoharjo; dan MMA, 17, warga Kartasura Sukoharjo. Mereka sudah ditangkap.

“Kami tidak butuh waktu lama untuk bisa mengungkap identitas jenazah yang di temukan warga di Sungai Jenes, Pajang, Laweyan, Senin kemarin. Ketiga pelaku ditangkap di lokasi tak jauh dari Pasar Kleco,” ujar Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo kepada wartawan di Mapolresta Surakarta, Selasa (17/4/2018).

Ribut menjelaskan penganiayaan itu dipicu salah paham antara ketiga pelaku dengan BDS. Ada 15 orang dari komunitas punk berbagai daerah yang berkumpul dan menggelar pesta miras di Jembatan Tunggulsari, Pajang, Laweyan, Minggu (15/4/2018) pukul 00.30 WIB. Ketiga tersangka dan BDS kemudian berselisih.

“Ketiga tersangka langsung BDS hingga babak belur dan dilempar ke Sungai Jenes. Ketiga korban saat melakukan penganiayaan  dalam kondisi mabuk berat,” kata dia.

Ketiga pelaku, lanjut dia, tidak mengira BDS meninggal dunia saat dilempar ke sungai. Sebelum dilempar, BDS masih hidup. Polisi langsung menyelidiki dengan bekal hasil autopsi jenazah BDS dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi.

“Kami langsung menangkap ketiga pelaku sekitar tiga jam setelah penemuan mayat. Ketiganya langsung ditahan di Mapolresta Solo untuk dimintai keterangan,” kata dia.

Satreskrim Polresta Surakarta, lanjut dia, mengamankan barang bukti berupa dua ponsel, satu dompet, gelang nilon, dan uang Rp20.000. Barang bukti ini milik ADS. Ketiga pelaku dijerat Pasal 80 ayat (3) UU No. 35/2014 tentang UUPA dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Wakapolresta Solo AKBP Andy Rifai mengungkapkan BDS tercatat sebagai siswa SMP di Gantiwarno, Klaten. Polresta Surakarta langsung menghubungi keluarganya Klaten agar mengambil jenazah BDS di RSUD dr. Moewardi.



Kolom 1 day ago

Budaya Ngiras