Tiket Pesawat Mudik Lebaran 2018 Jakarta-Solo Mulai Diburu

Bandara Adi Soemarmo Solo. (Solopos/Dok)
17 April 2018 05:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Tiket pesawat periode mudik Lebaran 2018 terutama untuk perjalanan mulai H-7 Lebaran atau 8 Juni diburu calon pemudik. Tiket pesawat yang dijual secara terbuka secara online memungkinkan calon pemudik langsung memburu tiket mudik untuk periode puncak mudik kisaran H-2 hingga H-3 Lebaran.

Sriwijaya Air misalnya, untuk penerbangan Jakarta-Solo pada H-2 Lebaran atau 13 Juni sudah fully booked (habis dipesan) untuk penerbangan pagi. Sedangkan untuk penerbangan sore dan malam masih relatif tersedia karena baru tereservasi 50%-60%.

District Manager Sriwijaya Air Solo, Taufik Sabar, mengatakan penjualan tiket pesawat untuk periode mudik Lebaran hampir sama dengan penjualan tiket reguler lainnya. "Hanya bedanya karena yang dibeli adalah peak season, tarif yang ditawarkan sudah harga tertinggi bahkan tarif perjalanan H-7 Lebaran sudah mencapai Rp1,089 juta per penumpang," kata Taufik, kepada Solopos.com, Senin (16/4/2018).

Di luar H-2 Lebaran, tingkat reservasi belum terlalu tinggi. H-7 misalnya, angka pemesanan tiket baru berkisar 20-30 tiket. "Karena untuk pesawat biasanya dipesan pada saat-saat terakhir saat pemudik enggak kebagian tiket kereta baru mereka berburu tiket pesawat," kata dia.

Untuk angkutan Lebaran Sriwijaya Air sudah mengajukan slot waktu untuk penambahan penerbangan Jakarta-Solo dan sebaliknya. Penerbangan ekstra akan beroperasi mulai 8 Juni hingga sepekan setelah Lebaran atau 25 Juni.

"Slotnya sudah kami ajukan cuma nanti untuk operasionalnya kami sesuaikan dengan permintaan. Pengalaman operasional penerbangan ekstra untuk musim Lebaran tahun lalu selalu penuh."

Tiket pesawat Garuda Indonesia untuk periode mudik juga mulai diburu pelanggan. General Manager Garuda Indonesia Solo, Hendrawan, menjelaskan musim mudik adalah peak season bagi industri penerbangan dan penjualan tiket untuk periode itu mulai bergairah.

H-3 Lebaran khususnya untuk penerbangan di atas pukul 14.00 WIB dari Jakarta ke Solo sudah tereservasi hingga angka 90%. H-2 Lebaran juga sudah mendekati 95%. "Dari kapasitas 150 kursi kelas ekonomi, 12 kursi kelas eksekutif dan 12 kursi kelas bisnis, yang sudah fully booked adalah yang ekonomi, yang eksekutif masih relatif tersedia."

Sedangkan H-1 atau 14 Juni, sampai dengan penerbangan siang pukul 09.00 WIB dan 12.00 WIB, dari Jakarta sudah penuh. Tarifnya, Hendrawan menyebut tarif tiket bisa diperoleh pelanggan akan disesuaikan dengan alokasinya. Untuk perjalanan peak seaaon biasanya pelanggan akan mendapatkan harga tertinggi, misalnya untuk kelas ekonomi tarif tertingginya Rp1,284 juta per penumpang dan tarif bawahnya Rp624.500 per penumpang.

Di kelas eksekutif tarif tertinggi Jakarta-Solo bisa mencapai Rp2,698 juta per penumpang dan tarif promo bisnis Rp2,098 juta per penumpang. Saat ini, maskapai penerbangan pelat merah itu tengah mempersiapkan upaya-upaya antisipasi menyambut musim mudik.

Ada dua hal yang kemungkinan dilakukan maskapai ini menyambut angkutan Lebaran yakni pergantian tipe pesawat menjadi lebih besar atau menambah frekuensi penerbangan. "Ini yang sedang kami persiapkan. Kalau Lebaran tahun lalu kami mengganti tipe pesawat agar kapasitasnya lebih besar," kata dia.

Pada akhir pekan lalu, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, menggelar inspeksi ke Bandara Adi Soemarmo Solo terkait persiapan infrastruktur khususnya perluasan apron menjelang Lebaran. Agus mengapresiasi saat apron bisa difungsikan untuk angkutan Lebaran mendatang.

Berkaca pada angkutan Lebaran tahun lalu, angka traffic penumpang di bandara yang berlokasi di Ngemplak, Boyolali, naik cukup signifikan dari pada 2016. Pada 2017, angka trafik penumpang selama angkutan Lebaran mencapai 90.361 penumpang naik 32,97% dibandingkan periode sama 2016 sebanyak 67.957 penumpang.

Selain tiket penerbangan, tiket kereta api khususnya untuk kereta tambahan yang mulai dijual Senin kemarin juga mulai banyak diburu calon pemudik. Kepala Sub Urusan Pelayanan Komersial Stasiun Solo Balapan, Budi Arifin, menjelaskan KA tambahan Lebaran langsung diburu pemudik khususnya untuk tanggal-tanggal favorit 12 Juni-14 Juni.

"Periode itu seluruh KA fakultatif baik Argodwipangga, Argo Lawu, Gajayana, keberangkatan dari Stasiun Gambir sudah habis. Kecuali Argodwipangga fakultatif pada 12 Juni sampai siang ini hanya tersisa 5 seat," kata Arifin.

Sementara untuk periode perjalanan 8 Juni hingga 11 Juni, ketersediaan tiket kereta untuk perjalanan fakultatif masih relatif tersedia. Seperti diketahui, PT Kereta Api Indonesia (KAI)  mengoperasikan 40 perjalanan KA tambahan selama musim angkutan Lebaran, secara nasional.

KA tambahan akan beroperasi pada 8 Juni atau H-7 Lebaran hingga 25 Juni atau H+9 Lebaran. Namun, ada beberapa KA yang akan dioperasikan lebih awal yakni 5 Juni atau H-9 Lebaran, seperti Kertajaya Lebaran, Brantas Lebaran, dan Mataram Premium.

Total kursi yang disediakan dari 40 perjalanan KA tambahan itu mencapai 23.752 kursi. Sedangkan di Daop VI/Yogyakarta, ada enam perjalanan KA tambahan dengan total 9.440 kursi.

Manager Humas PT KAI Daop VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan pada pembukaan penjualan tiket KA Lebaran, traffic pemesanan tiket yang kini dilakukan secara online diprediksi sangat padat. PT KAI sedianya sudah mengantisipasi dengan memperbesar bandwidth dari 150 MB menjadi 400 MB untuk kelancaran pemesanan tiket.

 

Kolom 1 day ago

Budaya Ngiras