Pengungsian Warga Rohingya di India Terbakar

Kondisi pengungsian warga Rohingya yang terbakar di Delhi, India. (Indianexpress.com)
16 April 2018 17:45 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, DELHI Pengungsian yang dihuni warga Rohingya di Delhi, India, hangus dilalap si jago merah. Kebakaran ini terjadi pada Minggu (15/4/2018), dini hari, yang membuat ratusan warga Rohingya kehilangan tempat tinggal. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Menurut keterangan salah satu korban, kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 pagi waktu India. Kebakaran disebabkan korsleting itu membuat api menyebar cepat ke 47 tenda pengungsian yang sebagian besar terbuat dari plastik dan asbes.

Para pengungsi tidak punya cukup waktu untuk menyelamatkan barang-barang di dalam tenda. Mereka hanya bisa membangunkan anggota keluarga untuk menyelamatkan diri dari kejadian tersebut. "Penduduk sekitar berdatangan dan mencoba memadamkan api. Tapi, tenda itu terbakar di depan di mata kami," kata seorang pengungsi bernama Syed Hussain, seperti dilansir Times of India, Senin (16/4/2018).

Kobaran api itu bisa dipadamkan dalam waktu tiga jam. Meski tak ada korban jiwa, para pengungsi harus kehilangan semua barang pribadi termasuk kartu identitas yang diperlukan untuk proses repatriasi ke Myanmar.

"Kami kehilangan semua barang termasuk kartu identitas. Semua uang yang kami miliki terbakar habis dilalap api," kata pengungsi lainnya.

Kini, sekitar 230 pengungsi Rohingya yang tinggal di tempat itu dipindahkan ke penampungan sementara. Menurut keterangan warga setempat, sebagian besar penghuni pengungsian itu adalah wanita dan anak-anak. Seperti diketahui, India merupakan salah satu negara yang menampung cukup banyak pengungsi Rohingya.

Menurut laporan pemerintah, ada sekitar 40.000 warga Rohingya yang menetap di India. Bahkan, sebagian besar telah menetap selama lebih dari satu dekade akibat kekejaman militer Myanmar. Selama ini, mereka hidup dalam situasi serba sulit. Selain menempati pengungsian yang memprihatinkan, mereka juga mengalami gizi buruk karena minimnya makanan dan air bersih.