Serang Suriah, Inggris Kini Ketakutan Serangan Siber Rusia

Demonstrasi menentang serangan AS ke Suriah di New York, Minggu (15/4 - 2018). (Lucas Jackson/Reuters)
16 April 2018 15:30 WIB John Andhi Oktaveri Internasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Inggris bersiap untuk menghadapi kemungkinan serangan siber dari peretas Rusia atas sektor infrastrukturnya akibat terlibat serangan militer ke Suriah. “Serangan siber sangat mungkin terjadi,” ujar satu sumber intelijen Inggris sebagaimana dilansir Mirror.co.uk, Senin (16/4/2018).

Sebelumnya, PM Inggris Theresa May juga mendapat kecaman dari sejumlah anggota parlemen karena tidak minta izin untuk melakukan serangan ke Suriah bersama Amerika Serikat (AS) dan Prancis.

Intelijen Inggris menyatakan bahwa para peretas Rusia bisa saja mengeluarkan informasi yang memalukan terkait perilaku para politisi Inggris sebagai bentuk perang dalam bentuk lain. Aksi itu merupakan pembalasan atas pengeboman di Suriah.

Sejumlah petinggi intelijen Inggris juga mengkhawatirkan Presiden Vladimir Putin bersekongkol untuk melakukan serangan siber guna menghancurkan infratruktur, termasuk layanan kesehatan, transportasi, dan jaringan listrik. Pihak intelijen Inggris di markas besar Pertahanan dan Komunukasi Pemerintah menyatakan siap untuk mengantisipasi kemungkinan serangan siber dari Rusia.

AS, Inggris, dan Prancis menyerang tiga lokasi yang diduga sebagai tempat gudang senjata kimia kemarin. Senjata kimia milik pemerintah Suriah telah menewaskan sedikitnya 75 orang di Douma. Pada Minggu (15/4/2018) malam, Putin menyebut serangan rudal ke Suriah sebagai agresi militer dan menyebutkan dampak dari kehancuran itu akan mempengaruhi perdamaian dunia.

Kekhawatiran akan adanya serangan siber sebagai balasan dari Rusia juga diungkapkan pemerintah Inggris. Menlu Inggris Boris Johnson mengatakan Moskow memiliki catatan sejarah serangan siber dan telah mengganggu pengembangan demokrasi di negara lain.

Kolom 21 hours ago

Kemenangan Tradisi