Pilpres 2019: Prabowo Belum Jelas, PKS Berpaling ke Gatot?

Gatot Nurmantyo saat masih menjadi Panglima TNI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/12 - 2016). (Bisnis/Dwi Prasetya)
16 April 2018 21:40 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Selain berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, PKS juga berkomunikasi dengan mantan Panglima Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk Pilpres 2019 mendatang.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan komunikasinya dengan Gatot jalan terus sebagaimana juga dilakukan dengan Prabowo. Dia mengakui saat ini partainya membutuhkan komuniaksi politik dengan berbagai pihak.

“Sama siapa pun, justru kalau kita tidak bertemu dengan pihak-pihak terkait itu menjadi aneh karena komunikasi politik keniscayaan bagi parpol," kata Mardani kepada wartawan, Senin (16/4/2018).

Pada bagian lain, Mardani menyatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan Majelis Syuro PKS akan mengumumkan calon pendamping Prabowo Subianto pada Pemilu 2019 dari sembilan nama kader PKS yang telah beredar. Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyatakan belum yakin Prabowo akan maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2019.

"Ya selama itu belum didaftarkan, peluang itu masih tetap ada, dan pengalaman selama ini begitu aja," kata Hidayat. Menurutnya, keraguan tidak akan majunya Prabowo pada Pilpres nanti, kata Hidayat, bukan hanya dari PKS melainkan partai-partai lain melihatnya seperti itu.

"Semua menyadari sebelum didaftarkan ke KPU, semuanya masih mungkin berubah dan secara definitif juga Prabowo belum menyatakan dirinya maju sebagai calon presiden,” ujarnya. Hidayat mengatakan bahwa Prabowo hanya mengatakan "kalau diberikan mandat saya siap". Namun, Prabowo belum mengatakan dirinya siap sebagai calon presiden.

“Minimal belum ada yang mendaftarkan ke KPU, karena KPU juga belum membuka pendaftaran," katanya.

 "Majelis syuro akhir bulan ini saya belum dapat informasi, tetapi sudah tanyakan akan ada. Tapi kapan tepatnya saya belum dapat info," ujarnya.

Terkait adanya dinamika politik dalam Pilpres 2019, lanjut dia, hal itu merupakan proses yang lumrah. Pasalnya, Pilpres 2019 merupakan hajatan terbesar yang harus dipersiapkan dengan matang.