Elektabilitas Prabowo Turun, Karena Sering Serang Jokowi?

Prabowo Subianto disaksikan Anies Baswedan, Sandiaga Uno, dan Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo menyampaikan orasi kemenangan Pilkada Jakarta, Rabu (19/4 - 2017). (Bisnis/Dedi Gunawan)
16 April 2018 18:10 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai justru menurun seiring kian seringnya dia mengkritik pemerintah. Beberapa waktu terakhir, Prabowo tampil berapi-rapi dalam setiap pidatonya, mulai dari menyebut "Indonesia bubar 2030" hingga mengatakan adanya elite yang berbohong.

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Media Survei Nasional (Median) yang dikutip Suara, persentase elektabilitas Prabowo yang sudah berikrar menjadi calon presiden pada Pilpres 2019 itu menurun 1,2 persen. Direktur Riset Median Sudarto menuturkan, persentase itu didapat dalam survei yang digelar sebelum Partai Gerindra memberikan mandat kepada Prabowo sebagai bakal capres.

"Kami melakukan survei itu sejak sebelum Gerindra memberikan mandat kepada Prabowo. Jadi, dalam 2 bulan terakhir, persentase elektabilitas Prabowo justru menurun. Tak ada peningkatan setelah dirinya diberi mandat,” kata Sudarto dalam jumpa pers di Restoran Bumbu Desa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Pada Februari 2018, persentase elektabilitas Prabowo masih sebesar 21,2 persen. Sementara pada April 2018, menurun 1,2 persen menjadi 20,4 persen berdasarkan pilihan 1.200 responden acak lembaga tersebut. Sudarto menjelaskan, grafik menurun persentase elektabilitas Prabowo itu disebabkan citra sang tokoh sudah berbeda.

“Responden menilai sosok Prabowo kini sudah berbeda dari personnya saat mengikuti Pilpres 2009 sebagai calon wakil presiden maupun sebagai capres pada 2014,” tuturnya.

Dalam dua periode kontestasi politik tersebut, Prabowo disebut mempunyai citra pemimpin tenang dan bijaksana. Tapi kekinian, responden menilai citra itu tak lagi ada. "Sebab, belakangan ini, pernyataan dan semangat itu diluapkan terbuka. Pembacaan Pak Prabowo yang akhir ini tempramental berapi-api," katanya.

Sudarto mengklaim survei yang dilakukannya memunyai batas kesalahan (margin error) 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Jokowi - Gatot

Sementara itu, survei lembaga Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) juga menunjukkan elektabilitas Jokowi masih tertinggi di antara pesaing lainnya. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Antara di Jakarta, Minggu (15/4/2018), hasil survei itu memunculkan nama Gatot Nurmantyo sebagai cawapres favorit dan TGB Zainul Majdi paling religius.

Survei ini menampilkan elektabilitas sejumlah nama calon presiden dan wakil presiden. Joko Widodo saat disandingkan dengan sejumlah nama masih dominan (48,3 persen) diikuti Prabowo Subianto (21,5 persen), Gatot Nurmantyo (2,1 persen) lalu TGB Zainul Madji, Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono yang sama-sama mendapatkan 1,1 persen suara.

"Jadi jika Jokowi rematch hari ini menghadapi Prabowo, maka ia tetap lebih unggul," kata Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio.

Pada pertanyaan terbuka Jokowi juga berada pada posisi teratas top of mind masyarakat sebagai calon presiden (35,1 persen), sedang Prabowo berada di posisi berikutnya dengan 12,0 persen. Lalu diikuti sejumlah nama lainnya, Gatot Nurmantyo (1,1 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (0,7 persen), TGB Zainul Majdi (0,5 persen) dan SBY (0,5 persen). "Nama-nama lainnya tak sampai 0,5 persen ada Hari Tanoe, Anies Baswedan dan Edy Rahmayadi," lanjut Hendri.

Kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Jokowi masih tinggi. Sampai saat ini, 66,5 persen publik mengaku puas pada pemerintahan Joko Widodo terutama pada bidang kesehatan, infrastruktur, pendidikan dan hubungan luar negeri. Hanya 33,5 persen yang menyatakan tidak puas.

Direktur Lembaga Survei KedaiKOPI, Vivi Zabkie, mengatakan bahwa untuk posisi wakil presiden, Gatot Nurmantyo menjadi favorit. Saat diberi pertanyaan "di antara nama-nama berikut siapakah yang akan Anda pilih menjadi Wakil Presiden Indonesia mendatang", responden yang memilih Gatot Nurmantyo sebanyak 17,5 persen. Berikutnya ada Agus Harimurti Yudhoyono (8,7 persen), Anies Baswedan (8,6 persen), TGB Zainul Majdi (6,2 persen), Abraham Samad (4,1 persen), Tito Karnavian (3,9 perse), Muhaimin Iskandar (1,7 persen), Rizal Ramli (1,1 persen) dan nama nama lainnya.

Saat publik diajukan pertanyaan terbuka, bila pemilihan presiden dilakukan hari ini, siapa yang akan anda pilih sebagai Wakil Presiden? 4,6 persen responden menyebut nama Gatot Nurmantyo. Nama lain yang menempati top of mind publik sebagai calon wakil presiden adalah TGB Zainul Majdi (4,4 persen) dan Agus Harimurti Yudhoyono (4,3 persen) .

"Ini adalah tiga nama teratas yang dipikirkan masyarakat sebagai calon walaupun sebagian besar masyarakat belum memutuskan soal calon wakil presiden ini [53,5 persen]," jelas Vivi.