Polisi Solo Sebut 2 Lokasi Pelemparan Batu terhadap Bonek

Sejumlah Bonek atau suporter Persebaya Surabaya berkumpul di Mapolsek Colomadu, Karanganyar, sebelum diantar ke Jogja. (Istimewa)
16 April 2018 17:55 WIB Muhammad Ismail Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Polresta Surakarta menyebut ada dua lokasi penyerangan terhadap suporter Persebaya Surabaya  alias bonek di Solo, Sabtu (14/4/2018) dini hari. Satu lokasi di Jl. Ki Mangunsarkoro, Kadipiro sedangkan lokasi lainnya di Jl. Slamet Riyadi, Karangasem, Kecamatan Laweyan.

Keterangan itu diperoleh polisi setelah memeriksa sembilan saksi dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan suporter Persebaya Surabaya Bonek, Mico Pratama, 17, warga Surabaya. Sementara itu, satu suporter berinisial, S, 18 dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi Solo.

Tokopedia

“Kami sampai sekarang telah memeriksa sebanyak sembilan orang saksi dalam kasus ini. Selama proses pemeriksaan belum ada satu pun yang ditahan polisi,” ujar Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai saat ditemui wartawan di Mapolresta Solo, Senin (16/4/2018).

Andy menjelaskan sembilan saksi tersebut di antaranya dari bonek yang menumpang satu truk bersama korban saat kejadian dan warga Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Ia menjelaskan dari keterangan saksi ada dua lokasi kejadian pelemparan batu yakni di Jl. Ki Mangunsarkoro, Kadipiro dan  Jl. Slamet Riyadi, Karangasem, Kecamatan Laweyan.

“Sebanyak sembilan saksi yang diperiksa ini fokus pada lokasi kejadian di Jl. Ki Mangunsarkoro. Satu Suporter bonek yang kritis masih dirawat di RSUD dr. Moewardi, Jebres,” kata dia.

Mantan Kapolres Kudus ini mengaku mendapatkan informasi dari rumah sakit korban kritis akan dibawa pulang keluarganya untuk dirawat di rumah sakit di Surabaya. Ditanya mengenai hasil pemeriksaan sampai sekarang belum bisa dipublikasikan semua agar pelaku tidak melarikan diri.

Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr. Moewardi Eko Haryati mengungkapkan bonek berinisial S masih dirawat intensif di ruang high care unit (HCU) bedah RSUD dr. Moewardi. Senin ini S sedianya dipindah keluarganya ke rumah sakit di Surabaya. Namun, karena kondisi S masih kritis akhirnya pemindahan pasien dibatalkan.

“Kami mempertimbangkan kondisi S yang masih kritis sangat berbahaya untuk dibawa menggunakan mobil dalam jarak jauh,” kata Eko kepada wartawan, Senin.

Ia menjelaskan S masuk ke rumah sakit Sabtu (14/4/2018) pukul 03.30 WIB bersama Mico yang meninggal dunia serta sepuluh anggota bonek lainnya. S mengalami luka benturan pada bagian kepala.

“Kami akan terus merawat S sampai kondisinya membaik. RSUD dr. Moewardi sejauh ini telah berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya terkait pelaporan kondisi pasien terbaru,” kata dia.