Menteri di Ghana Sarankan Azan Sebaiknya Diumumkan Lewat Whatsapp

Professor Kwabena Frimpong Boateng. (Isitimewa - Ghana/Crusader)
14 April 2018 04:45 WIB Jafar Sodiq Assegaf Internasional Share :

Solopos.com, ACCRA - Seorang menteri di Ghana membuat pernyataan yang cukup aneh dengan menyarankan agar azan tidak lagi dikumandangkan. Lebih lanjut, menteri ini menyarankan agar azan disebar lewat aplikasi percakapan Whatsapp.

Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Ghana, Prof. Kwabena Frimpong Boateng, mengusulkan azan cukup dikirimkan lewat teks. Pernyataan itu disampaikan secara terbuka di hadapan media pada Selasa, 10 April 2018 lalu.

"Di rumah ibadah, mengapa suara [azan] tidak dibatasi. Dan mungkin di masjid, mengapa peringatan waktu sholat tidak disebarkan dengan pesan teks atau WhatsApp jadi imam akan mengirim pesan Whatsapp ke semua orang waktunya sholat," kata Kwabena, dilansir Emirates247 mengutip Ghanaweb, Jumat (13/4/2018).

Kwabena menyadari sarannya mungkin kontroversial. Tetapi, dia menegaskan idenya layak dipertimbangkan.

Tak hanya masjid, Kwabena juga meminta pihak gereja mempertimbangkan gagasannya untuk membatasi polusi suara dari ruang ibadah.

"Salah satu orang yang tidak berguna di kabinet pemerintahan NPP adalah Prof Frimpong Boateng. Bagaimana bisa seseorang menunjukkan ketidakpahamannya? Pesan teks untuk memanggil jemaah ke masjid?" demikian komentar salah satu pengguna Facebook.

Sementara pengguna media sosial lainnya mempertanyakan kompetensi Kwabena pada Kementerian Inovasi. Dia juga meminta publik menunjukkan salah satu bukti inovasi yang sudah dihasilkan Kwabena.

Tokopedia