5 Keistimewaan Jembatan Holtekamp Papua

Jembatan Holtekamp, Jayapura, Papua, menghubungkan Jayapura/Skouw. (Antara/Yulius Satria W)
12 April 2018 20:05 WIB Rini Yustiningsih Nasional Share :

Solopos.com, JAYAPURA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pembangunan Jembatan Holtekamp yang menghubungkan Kota Jayapura ke Skouw, Kamis (12/4/2018).

Presiden Jokowi sempat mencoba berjalan sekitar 100 meter di jembatan yang baru selesai 80 persen ini ditemani oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono dan Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano.

Selain itu Presiden dan Ibu Negara Iriana Jokowi juga sempat mencoba menaiki kapal Mitra Catur yang berlayar di teluk Youtefa di bawah jembatan Holtekamp untuk melakukan wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta.

Berikut keistimewaan Jembatan Holtekamp dihimpun Solopos.com dari Kantor Berita Antara dan berbagai sumber:

Pembangunan

Panjang jembatan keseluruhan 732 meter, dari panjang itu 400 meter merupakan jembatan utama dan sisanya merupakan jembatan pendekat. Jika dirinci lagi jembatan pendekat terdiri atas 299 meter dari Holtekamp dan 33 meter dari Hamadi.

Jembatan membentang di atas teluk Teluk Youtefa dan menghubungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami di Provinsi Papua dan Skouw Papua Nugini. "Ini Jembatan Holtekamp yang kalau kita ingat semua dimulai Mei 2015 dan kita harapkan nanti di akhir tahun 2018 sudah selesai, dan dengan panjang jembatan 732 meter dan tambah bentangan kanan kiri jalan 7800 meter," ungkap Presiden Jokowi.

Lengkung Merah

Dua lengkungan merah yang ada di atas jembatan (centerspan) sepanjang 112,5 meter, dengan tinggi 20 meter, lebar 26 meter dan berat 2000 ton yang dirangkai di PT PAL Surabaya. Holtekamp merupakan jembatan pertama Indonesia yang dirangkai dari jarak jauh. Setelah dirangkai,  jembatan kemudian dikirim dari Surabaya menuju Jayapura. Jembatan ditargetkan kelar pada akhir 2018.

Perpendek Waktu Tempuh

Jembatan itu memangkas jarak 17 km dan waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju perbatasan Skouw yang semula 2,5 jam menjadi 60 menit. "Dan kita harapkan juga selain titik pertumbuhan ekonomi baru kawasan di sekitar jembatan ini juga menjadi tempat wisata yang indah, yang cantik, yang bagus yang bisa mendatangkan wisata karena memang jembatan ini didesain oleh kita sendiri dibangun di lokasi di sini sebagian lengkung jembatan dibangun di PT PAL di Surabaya," tambah Presiden Jokowi.

Titik Perekonomian

Presiden Jokowi berharap jembatan Holtekamp dapat menjadi titik perekonomian baru bagi masyarakat di kota Jayapura dan bahkan hingga ke kota-kota lainnya. "Semoga konektivitas yang membaik bisa meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah, termasuk lahirnya wisata air," ujar Presiden Jokowi di Akun Instragram resminya, @jokowi, Kamis.

Konsorsium PT

Jembatan Holtekamp menelan anggaran Rp943,6 miliar. Pembangunan dikerjakan oleh konsorsium PT PP (Persero), Tbik, PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero)

"Jembatan ini menghubungkan kota Jayapura terutama dengan pos lintas batas di Skouw, terutama di sana. Dan ini dikerjakan kerja sama kolaborasi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, pak gubernur dan pemerintah pusat ada bagiannya sendiri-sendiri yang bagus di situ," ungkap Presiden Jokowi.

8 Kali Ke Papua

Lewat akun Twitter-nya @jokowi, Presiden Jokowi menyebut kedatangannya ke Papua merupakan yang kedelapan kali. Jokowi menyebut kedatangannya yang berulangkali itu untuk memastikan pembangunan berlangsung merata di tanah Papua. Salah satunya meninjau pembangunan Jembatan Holtekamp.

Sejak Rabu (11/4/2018), Persiden Jokowi beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Papua.Di Papua, Jokowi dan rombongan melakukan berbagai kegiatan. Dia membagikan sebanyak 3.331 sertifikat tanah di Kabupaten Jayapura.

Sertifikat yang dibagikan antara lain berasal dari Kabupaten Kerom berjumlah 1.389 buah, Kabupaten Jayapura 1.242, dan Kota Jayapura 636. "Sertifikat ini hak hukum. Hak hukum atas tanah menjadi lebih jelas lagi," kata Jokowi di Sentani, Rabu (11/4/2018).

Setelah itu, Jokowi berbelanja sayur dan buah di Pasar Mama-mama. Kedatangan Jokowi membuat riuh suasana pasar. Jokowi dan Iriana sempat berputar-putar sebentar di Pasar Mama-mama, sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli beberapa bahan makanan antara lain jambu air,tomat, cabai, keladi, ubi jalar, dan madu.

 

Sumber : Newswire