Prabowo Diarak Telanjang Dada, Dibandingkan dengan Putin

Prabowo Subianto disaksikan Anies Baswedan, Sandiaga Uno, dan Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo menyampaikan orasi kemenangan Pilkada Jakarta, Rabu (19/4 - 2017). (Bisnis/Dedi Gunawan)
12 April 2018 18:45 WIB Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kubu Prabowo Subianto mulai menabuh genderang menuju Pilpres 2019 setelah menyatakan siap maju sebagai calon presiden (capres) yang diusung Partai Gerindra. Tak lama setelah deklarasi itu, muncul video yang menggambarkan Ketua Umum Partai Gerindra itu diarak oleh ratusan orang sambil bertelanjang dada.

Kejadian itu muncul setelah Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra, Rabu (11/4/2018). Dalam video itu, Prabowo hanya mengenakan celana panjang krem naik bahu seorang kadernya dan diarak orang-orang lainnya. Gerindra pun mengonfirmasi bahwa orang dalam video yang viral pada Kamis (12/4/2018) itu merupakan Prabowo dan kader partainya.

Ketua DPP Partai Gerindra Nizar Zahro menjelaskan, kejadian tersebut terjadi secara spontan yang menandakan antusiasme kader muda Gerindra, untuk memenangkan Prabowo. "Itu juga menandakan antusiamenya kader-kader kepada dia gitu loh, sebagai penghargaan, makanya kan beliau juga mengikuti saja terhadap permintaaan kader-kader muda itu," kata Nizar saat dihubungi via telepon oleh Suara.

Namun, aksi Prabowo bertelanjang dada ini mendapat komentar beragam. Seorang netizen bahkan menyebutnya mirip dengan gaya Vladimir Putin. "Prabowo’s hardcore supporters will love this topless or telanjang dada video of their Indonesian “Strong Man” celebrating his presidential nomination in Putinesque style [pendukung garis keras Prabowo akan mencintai video orang kuat Indonesia ini merayakan pencalonannya sebagai presiden dengan gaya Putin]," tulis seorang netizen dengan akun @EricssenWen.

Tak hanya itu, @EricssenWen menunjukkan perbandingan gaya Prabowo tersebut dengan gaya Putin yang sedang bertelanjang dada. Putin dan Prabowo mulai dibandingkan sejak Waketum Gerindra Fadli Zon yang mengimbau masyarakat Indonesia untuk mencari pemimpin seperti Putin. Hal ini kemudian memantik perdebatan hingga pernyataan Tsamara Amany yang menjadi kontroversi.

Tsamara, politikus muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu, dalam videonya menyebut pemerintahan Putin membungkam oposisi dan kebebasan pers serta membiarkan korupsi di negara itu. Pernyataan Ketua DPP PSI itu kemudian mendapatkan kecaman dari media Rusia, Russia Beyond The Headline (RBTH). Tsamara dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (6/4/2018), menyatakan memahami posisi RBTH yang menganggap pernyataannya mendiskreditkan Putin melalui unggahan di akun Facebook RBTH Indonesia.

"Saya sangat memahami keberatan RBTH. Sebagaimana tercantum dalam laman FB-nya, RBTH adalah sarana kampanye Rusia di dunia internasional. Karena itu, sangat wajar bila RBTH wajib membela citra Putin di dunia internasional," ujar Tsamara. (Adib Muttaqin Asfar)

Let's compare "telanjang dada" or "topless" between Prabowo Subianto Djojohadikusumo and Vladimir Vladimirovich Putin.

Kolom 1 day ago

Budaya Ngiras