Ratusan Calon Jemaah Haji-Umrah Resmi Polisikan Bos Abu Tours

Petugas Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan seusai menggeledah Abu Tour di Jl Baji Gau, Makassar, Jumat (23/3 - 2018). (Antara/Darwin Fatir)
12 April 2018 15:10 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ratusan calon jamaah haji dan umrah mandiri yang merasa menjadi korban travel Abu Tour resmi melaporkan Chief Executive Officer (CEO) Travel Abu Tours, Hamzah Mamba. Laporan dengan LP/496/IV/2018/Bareskrim tanggal 12 April 2018 itu berdasarkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang jamaah sebesar Rp5,3 miliar.

Ristiawan selaku perwakilan ratusan jamaah haji dan umrah yang melapor ke Bareskrim mengemukakan sebanyak 307 jamaah haji dan umroh korban Abu Tour telah dirugikan sebesar Rp5,3 miliar. Mereka telah membayar sejumlah uang tapi sudah lebih dari 1 tahun tidak diberangkatkan oleh biro perjalanan haji dan umrah tersebut. Menurutnya, seluruh jamaah haji dan umrah mendesak agar Abu Tour mengembalikan hak para jamaah baik dalam bentuk pengembalian uang yang sudah masuk maupun segera diberangkatkan umrah.

"Para jamaah berfikir ya realistis saja, mereka hanya ingin hak-nya dikembalikan. Baik itu dalam bentuk uang yang sudah disetorkan atau tetap diberangkatkan haji. Tergantung dari kemampuan Abu Tour ya ini," tuturnya, Kamis (12/4/2018).

Dia menilai banyaknya korban Abu Tour yang batal diberangkatkan haji maupun umrah itu karena agen travel haji bohong tersebut telah menawarkan beragam paket umrah yang dari sisi harga terbilang murah. Menurutnya, untuk satu kali perjalanan umrah selama 9 hari ke Kota Makkah dan Madinah, satu orang jamaah dikenakan biaya sekitar Rp15 juta-Rp19 juta.

Sementara itu, Abu Tour juga menawarkan paket wisata religi sekaligus umrah dengan harga Rp32 juta untuk perjalanan selama 12 hari. Paket wisata umrah tersebut termasuk perjalanan wisata ke Masjidil Aqsa di Israel dan ke Turki serta mengenal di hotel bintang 5.

Salah satu korban Abu Tour asal Bekasi yaitu Sucipto juga mengaku telah dirugikan sebesar Rp64 juta, karena ikut paket umrah sekaligus wisata religi untuk dirinya beserta isterinya. Dia mengatakan uang sebesar Rp64 juta itu sudah dibayarkan ke Abu Tour sekitar tiga minggu sebelum nama Abu Tour mencuat di media karena terlibat kasus penggelapan uang jamaah umrah.

"Saya sih maunya uang yang sudah disetorkan itu kembalikan saja. Jujur saja, saya dan isteri sempat stok mendengar kabar penggelapan ini, karena uang kami sudah masuk," kata Sucipto.

Agen travel haji dan umrah Abu Tour memiliki banyak cabang di seluruh Indonesia. Salah satu cabang Abu Tour yang ada di wilayah Cinere Jakarta Selatan sendiri, ada sebanyak 2.600 jamaah yang gagal diberangkatkan di periode Januari-Februari 2018.

Kolom 1 day ago

Budaya Ngiras