Kesurupan Massal Usai ke Prambanan, Berniat Wisata Berakhir Histeria

Rombongan SMK 4 Tangerang menuju bus di LPP Convention Hotel, Demangan Baru, Depok, Sleman, Rabu (11/4/2018). - Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan
11 April 2018 19:30 WIB Salsabila Annisa Azmi Nasional Share :

Solopos.com, JOGJA --  Puluhan siswa SMK 4 Tangerang mengalami kesurupan massal seusai berkunjung ke Candi Prambanan, Selasa (11/4/2018). Berniat berwisata ke jogja mereka justru berakhir dengan histeria.

Kesurupan massal tersebut membuyarkan agenda wisata mereka selama di DI Yogyakarta. Bahkan jadwal kunjungan ke Malioboro, Rabu (11/4/2018) ini dibatalkan.

Rombongan siswa SMK 4 Tangerang yang datang menggunakan 11 bus terpaksa mempercepat jadwal kepulangan mereka. Laporan Harian Jogja, sejak pagi pihak panitia sudah mengurus check out hotel tempat mereka menginap. Namun, masih ada sejumlah siswa yang kesurupan.

Mereka berteriak-teriak histeris lantang mengucapkan “Tolong Saya...tolong Saya” dari kamar tempat mereka menginap yakni di LPP Convention Hotel, Demangan Baru, Depok, Sleman.

Beberapa siswa SMK 4 Tangerang kembali mengalami histeria atau yang sering disebut kesurupan menjelang kepulangan mereka ke Tangerang, Rabu (11/4/2018). Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada sekitar lima siswa yang kesurupan.

Guru pendamping dari SMK 4 Tangerang Euis mengatakan, histeria yang dialami beberapa siswanya terjadi Rabu pada pukul 09.00 WIB. Padahal rombongan sudah bersiap akan kembali ke Tangerang karena kondisi tidak kondusif seusai terjadi kesurupan massal pada Selasa malam.

"Seharusnya rombongan kembali ke Tangerang pukul 15.30 WIB. Namun, karena kondisi tidak kondusif, kami memutuskan pulang pagi," kata dia kepada Harianjogja.com di LPP Convention Hotel, Demangan Baru, Sleman, Rabu pagi.

Euis mengatakan, beberapa siswa kesurupan ketika mengepak pakaian sebelum pulang. Ketika Harianjogja.com meliput kejadian ini, teriakan-teriakan histeris masih terdengar di beberapa kamar. Siswa yang kesurupan pun berteriak, "tolong saya, tolong saya."

Bayu pratama, salah seorang murid SMK 4 Tangerang mengaku panitia dari sekolah membatalkan rencana kunjungan ke Malioboro pada Rabu (11/4/2018) ini.

“Semua langsung dipulangkan hari ini. Belum tahu mau berangkat jam berapa dari Jogja, tapi semua sudah urus check out hotel sejak jam [pukul] delapan pagi,” ujarnya.

Kesurupan massal puluhan siswa SMK 4 Tangerang, terjadi sejak Selasa (10/4/2018) malam hingga Rabu (11/4/2018) ini.

Setelah ditelusuri lebih lanjut penyebab mereka kesurupan massal karena salah seorang siswa mengambil benda keramat di Candi Prambanan. Seperti diberitakan sebelumnya, beredar kabar benda keramat yang diambil siswa SMK 4 Tangerang berupa selendang. Namun, ternyata yang diambil siswa bukanlah selendang melainkan batu.

General Manager PWC Prambanan Aryono Hendro mengatakan, ada beberapa siswa SMK 4 Tangerang yang kesurupan setelah berwisata ke Candi Prambanan.

"Ketika kesurupan, katanya salah satu ditanya sama gurunya, kamu ambil apa? Dia bilang dia ambil selendang, tapi ternyata setelah dia sadar, yang dia ambil itu ternyata dua batu sebesar jempol. Dia dapat dari dalam area candi," kata Aryono saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (11/4/2018). (Galih Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)

 

Tokopedia