Mirip Abu Tours, Pemilik Biro Umrah Global Tour Ditangkap Polisi

Korban kasus penipuan dana umrah. (Antara/Reno Esnir)
10 April 2018 17:08 WIB Amri Nur Rahmat Nasional Share :

Solopos.com, MAKASSAR -- Polda Sulawesi Selatan kembali mengungkap kasus penipuan berkedok umrah murah di daerah tersebut. Kali ini, Polda Sulsel mengungkap sekaligus meringkus pemilik PT Global Inspira Indonesia atau Global Tour salah satu perusahaan travel umrah yang berbasis di Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan pemilik dari Global Tours itu telah melakukan penipuan dan penggelapan dana yang terhimpun dari 6.300 calon jemaah umrah.

Tokopedia

"Untuk kasus ini, tersangkanya ada dua, pasangan suami istri pemilik Global Tour. Modus operandinya sama dengan Abu Tours maupun First Travel. Nominal kerugian yang terdata sementara sekitar Rp100 miliar," katanya saat dihubungi Bisnis/JIBI seusai ekspose kasus Global Tours, Selasa (10/4/2018).

Basaran nilai kerugian calon jemaah dari tindak kejahatan Global Tour dinilai masih berpotensi bertambah, di mana Polda Sulsel membuka ruang pengaduan bagi korban dari perusahaan travel tersebut.

Dicky menyebutkan penetapan tersangka sekaligus penahanan pasangan suami istri itu dilakukan dengan mengacu pada hasil penyidikan, yang mana keduanya melakukan kejahatan penipuan dan penggelapan dana calon jemaah. Adapun kedua tersangka itu bernama Muhammad Edwin Djabbar dan Mahditiara Syafruddin yang merintis Global Tours sejak 2011 silam.

Dicky menguraikan, kedua tersangka secara terstruktur menghimpun dana dari calon jemaah melalui penawaran paket umrah murah dengan kisaran harga Rp7 juta hingga Rp20 juta. Adapun tahapan pemeriksaan tehadap Global Tour telah dilakukan Polda Sulsel sejak November 2017 sebagai tindak lanjut dari laporan sejumlah calon jemaah umrah.

"Para korban [calon jemaah umrah] itu sebagian besar dijanjikan diberangkatkan Mei 2017, namun tidak kunjung dilakukan pihak Global Tour. Ada juga yang dijanjikan pengembalian dana, tetapi ternyata yang diberikan ke korban hanya cek kosong," urai Dicky.

Bahkan dari hasil penyidikan, lanjut dia, kedua tersangka terungkap menggunakan dana jemaah untuk berpelesir ke luar negeri.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (Amphuri) Sulampua Azhar Gazali mengatakan praktik penipuan berkedok umrah murah dari Global Tour memiliki pola yang sama dengan Abu Tours.

"Harga yang ditawarkan keduanya memang sudah tidak rasional, rentang harga sama, cuma perbedaannya pada strategi penjualan ke pasar. Prihatin sebenarnya, namun sudah kami prediksi akan jadi begini," katanya.

Menurut Azhar, perbedaan antara Global Tour dan Abu Tours hanya berada pada kapasitas infrastruktur dan jaringan pemasaran, meski sistem pemasaran yang dijalankan cenderung sama. Terlepas dari kondisi tersebut, dia mengimbau agar calon jemaah bisa lebih selektif dan mempertimbangkan tawaran harga paket murah yang lebih rasional.