Jokowi: Jangan Rusak Silaturahim dengan Menebar Kebencian di Pemilu

Presiden Jokowi saat tiba di Desa Citarik dengan menggunakan motor Chopperland miliknya, Minggu (8/4/2018). - Bisnis/Feni Freycinetia
08 April 2018 23:00 WIB Antara Nasional Share :

Solopos.com, SUKABUMI -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya menjaga silaturahim kebangsaan di atas kepentingan lain seperti pemilihan umum (pemilu). Presiden mengimbau perbedaan pendapat dan pilihan dalam Pemilu 2019 tidak merusak hubungan silaturahim rusak.

"Pesta demokrasi rakyat itu dilaksanakan lima tahun sekali, sehingga harus dimanfaatkan dalam mencari pemimpin yang layak memimpin. Tapi jangan karena perbedaan, silaturahim menjadi rusak," kata Jokowi di Sukabumi, Minggu (8/4/2018).

Menurut Jokowi, saat ini di berbagai daerah tengah melaksanakan tahapan pilkada baik untuk memilih wali kota/bupati dan gubernur. Masyarakat harus berlomba mencari figur yang layak menjadi pemimpinnya.

Namun, lanjutnya, jangan sampai persaingan tersebut menjadi permasalahan seperti timbul perundungan atau bully, menyebar berita-berita hoax, SARA, dan lainnya. Kebencian, kata Jokowi, bisa menyebabkan kawan, sahabat, atau teman menjadi musuh atau tidak bertegur sapa karena pemilu.

Ia mengingatkan, tahun depan pun akan kembali dilaksanakan pemilu legislatf dan presiden, "jangan sampai karena adanya perbedaan pilihan tersebut keamanan menjadi terganggu dan dampaknya terjadi perpecahan."

Presiden mengingatkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang besar, memiliki ribuan suku, budaya, bahasa serta pulau. "Jangan sampai karena perbedaan di pemilu menjadi terpecah belah."

"Setelah pemilu jangan menyisakan dendam dan kita harus bersatu lagi untuk memajukan bangsa ini, siapapun yang menang dan kalah harus bisa saling menghormati," tambahnya.

Di akhir pembicaraannya, Presiden Jokowi mengajak semua elemen menjaga persatuan dan kesatuan. Dia mengimbau permasalahan segera diselesaikan dengan lapang dada dan kepala dingin.

"Selain itu, jangan mau terprovokasi oleh oknum yang ingin memecah belah bangsa ini dan mengganggu stabilitas negara," ujarnya.