Presiden Jokowi Geram Kaos 2019 Ganti Presiden

Presiden Joko WIdodo memberikan sambutan ketika membuka rapat kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia (Keppri) di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, Senin (12/2). - ANTARA/Wahyu Putro A
07 April 2018 19:20 WIB David Eka Issetiabudi Nasional Share :

Solopos.com, BOGOR - Presiden Jokowi akhirnya memberi tanggapan mengenai beredarnya video dan foto tentang produksi kaos dengan tulisan 2019 Ganti Presiden. Jokowi mengaku geram dengan isu-isu yang sifatnya meyerang dan tidak konstruktif.

Hal ini diungkapkan Presiden Jokowi, Sabtu (6/4/2018) di Bogor. Di hadapan relawan konvensi Galang Kemanusiaan, dengan semi menyindir, Kepala Negara menyebut keberadaan kaos tersebut tidak dapat memengaruhi pergantian kepemimpinan.

"Sekarang isunya kaos, masak kaos bisa ganti Presiden, yang bisa ganti Presiden itu rakyat," tuturnya, Sabtu (6/4/2018).

Jokowi mengaku geram dengan isu-isu yang sifatnya menyerang dan tidak konstruktif. Sama seperti forum-forum sebelumnya, Jokowi mengaku terbuka akan kritik. Hanya saja,kritik yang masuk didasarkan dengan data.

Menurutnya, sejak menjadi presiden, Jokowi sudah dihadapkan dengan berbagai isu yang memfitnah, seperti antek asing dan keterlibatannya di PKI. "Kita itu punya target dengan angka-angka yang jelas, kalau ada kekurangan ya dibenahi," tegasnya.

Dalam menyampaikan sambutannya, Jokowi beberapa kali terasa sekali berapi-api, dengan menjawab berbagai isu yang menyerangnya. Tidak hanya itu, Jokowi juga memberi pesan kepada para relawan bekerja dengan militansi, serta mengawasi bergulirkan program kerja pemerintah. Kepala Negara mengungkapkan selama ini ada program pemerintah yang digunakan untuk promosi segelintir pihak, untuk kepentingan pribadi.

"Waktunya tinggal sedikit, jadi saudara-saudara saya titip, bekerja itu dengan militansi, agat tenaga dalamnya keluar semua," tambahnya.