Presiden Jokowi Minta Proses Pembuatan e-KTP Maksimal Satu Jam

Ilustrasi perekaman iris mata KTP elektronik atau e-KTP. - Antara/R. Rekotomo
05 April 2018 09:45 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/4) siang, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) berjanji segera menerbitkan Peraturan Mendagri (Permendagri) untuk menegaskan batas waktu pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau Kartu Keluarga (KK).

“Dalam pekan ini, saya segera mengeluarkan Permendagri yang nantinya akan menegaskan bahwa pembuatan KTP elektronik baik di Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) pusat maupun di Dinas Dukcapil kabupaten atau kota seluruh Indonesia, pembuatannya maksimum 1 jam mesti selesai,” kata Tjahjo kepada wartawan seusai mengikuti Rapat Terbatas tersebut, sebagaimana dilansir Setkab.go.id.

Pengecualian dari ketentuan tersebut, menurut Mendagri, jika di daerah ada gangguan komputer eror atau masalah listrik padam bisa menjadi pertimbangan untuk lebih waktunya. Blankonya sudah ada kok.

Tapi seperti Jakarta seharusnya tidak ada masalah. Namun kenyataannya, lanjut Mendagri, menyangkut birokrasi. Karena itu, Presiden minta dirinya membuat Permendagri supaya ada pegangan.

Mengenai kemungkinan adanya pemalsuan, Mendagri meyakini tidak akan bisa, karena di data Kemendagri misalnya saya sudah punya KTP elektronik di Jalan Potlot, nantinya di Semarang mau membuat lagi KTP elektronik tidak bisa karena sudah ada datanya.

“Jadi KTP yang ganda itu tidak mungkin sekarang. Walaupun sekarang masih ada yang ganda dari yang lama-lama. Kalau ke depan tidak ada. Tinggal kalau dia pindah alamat atau meninggal dunia, baru diubah. Itu saja,” tegas Tjahjo.

Sementara terkait kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan terhadap daerah yang tidak melaksanakan, Mendagri Tjahjo Kumolo mengaku belum bisa membicarakannya.

“Tapi ada tanggung jawab kami men-drop blankonya dulu ke daerah. Kami juga minta daerah harus pro aktif, kalau blankonya habis ya kontaklah ke pusat untuk ambil. Kan di gudang kami stok ada 1,5 juta,” ujar Tjahjo.

Sumber : Newswire

Kolom 7 hours ago

Sungkem Orang Tua