Giliran Golkar Buka Peluang Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

Presiden Jokowi saat meresmikan tol Ngawi-Kertosono di Madiun, Kamis (29/3 - 2018). (Solopos/Abdul Jalil)
03 April 2018 16:00 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Meski ditolak oleh Gerindra, wacana mengusung Joko Widodo - Prabowo Subianto (Jokowi-Prabowo) ternyata masih bertahan. Koordinator Bidang Kepartaian Partai Golkar Ibnu Munzir mengaku hal itu tidak mudah terlaksana, namun bisa saja duet Jokowi-Prabowo terjadi pada Pilpres 2019 mendatang.

Menurutnya, kalau duet itu terjadi tidak akan menjadi masalah bagi Golkar. Hanya saja, katanya, tentu akan banyak pertimbangan dari masing-masing partai, baik itu dari koalisi Jokowi maupun Gerindra.

"Kalau itu kehendak partai-partai dan menjadi dukungan masyarakat tidak menjadi soal, saya kira kan dimungkinkan dalam demokrasi. Tetapi kita lihat perkembangan tidak semudah itu, saya kira semua teman-teman Gerindra pasti memperhitungkan," kata Ibnu, Selasa (3/4/2018).

Golkar sendiri lebih setuju jika Jokowi berduet dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pada Pilpres 2019. Akan tetapi, kalau Jokowi menghendaki Prabowo menjadi pasangannya, maka Golkar akan menerimanya dengan baik. Dia menambahkan dalam skenario itu maka bagi Golkar yang penting adalah pencapaian target suara.

Namun demikian, Ibnu menegaskan bahwa Golkar sangat serius mendukung Airlangga sebagai calon Presiden untuk Jokowi. "Kalau keseriyusan pasti ada tetapi kan kita sadar dan rasional kan banyak hal yang di hitung parameternya pasti ada dari Pak Jokowi," kata Ibnu.

Lebih jauh dia mengatakan bahwa untuk saat ini Golkar lebih fokus pada elektabilitas partai untuk menghadapi pemilu serentak. "Tetapi bagi kami sekarang fokusnya memang bagaimana menaikkan elektabilitas partai itu yang kami sedang kerja saat ini," ujarnya.

Kolom 1 day ago

Budaya Ngiras