Jika KA Beroperasi, Bandara Adi Soemarmo - Stasiun Tugu Cuma 1,5 Jam

Permukiman bantaran rel kereta api (KA) di Gilingan, Banjarsari, Solo, Kamis (25/1 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
02 April 2018 06:00 WIB Hijriyah Al Wakhidah Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Kereta api (KA) Bandara Adi Soemarmo diproyeksikan menjadi moda transportasi massal cepat yang menghubungkan bandara tersebut dengan Bandara Adi Soetjipto, DI Yogyakarta. Hal ini akan menambah variasi transportasi massal yang selama ini didominasi KA Prameks dan bus Solo-Jogja.

Project Director Daop VI/Yogyakarta, Yurish Wibawa, mengatakan PT KAI akan memakai KRDE yang saat ini masih dipesan di PT INKA. Kereta tersebut berkapasitas 200 tempat duduk. Namun, untuk kondisi normal, kereta mampu menampung 393 penumpang (sebagian berdiri). Saat paling sibuk, kereta mampu mengangkut maksimum 492 penumpang, dan saat crush load bisa 589 penumpang.

KA bandara akan menghubungkan stasiun kereta di Bandara Adi Soemarmo Solo-Solo Balapan-Stasiun Maguwo-Stasiun Tugu, dengan total jarak 72,7 km. Rencana waktu tempuh hanya 1,5 jam.

“Untuk jadwal perjalanan masih menunggu kajian, nanti mengikuti kebutuhan masyarakat. Sementara kami siapkan dulu dua train set.”

Sementara itu, proyek pembangunan stasiun kereta di Bandara Adi Soemarmo Solo kini sudah mencapai progres lebih dari 46%. Berdasarkan pantauan <i>Solopos.com<.i> akhir pekan lalu, pekerja mulai membangun konstruksi untuk lantai 2. Stasiun itu dibangun dua lantai, lantai 1 untuk kedatangan kereta api, sedangkan lantai 2 untuk ruang tunggu dan ruang koneksi dengan terminal bandara yang sedang dibangun.

“Jadi, kalau penumpang kereta yang mau naik pesawat lewat bandara bisa langsung naik ke lantai dua menuju ruang <i>check in</i> di terminal baru. Begitu sebaliknya, penumpang pesawat yang datang melalui terminal dan berencana mau ke Jogja atau Solo bisa naik kereta tinggal turun ke bawah ke stasiun,” papar General Manager (GM) PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Solo, Abdullah Usman.

Proyek KA bandara, kata Usman, bukan menjadi daya tarik bagi maskapai untuk buka rute penerbangan ke Solo, melainkan menjadi solusi atas over kapasitas di Bandara Adisucipto Jogja. Maskapai yang sampai saat ini tidak kebagian slot penerbangan di Jogja akan diarahkan pindah ke Adi Soemarmo Solo.

Pengguna jasa tak perlu merasa khawatir dengan jarak karena kereta bandara telah menghubungkan Solo dengan Jogja menjadi lebih dekat.

“Sampai saat ini sudah ada 40 flight yang antre untuk masuk Bandara Solo, sebagian adalah penerbangan yang tidak dapat slot di Jogja, sebagian buka baru. Untuk jumlah penerbangan eksisting saat ini ada 66 flight per hari,” imbuh Usman.