PILPRES 2019 : Cegah Otoriterianisme, Syafii Maarif Tak Mau Jokowi Lawan Kotak Kosong

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berbincang dengan Syafii Maarif di Nogotirto, Gamping, Sleman, Minggu (1/4 - 2018). (Harian Jogja/Irwan A. Syambudi)
01 April 2018 18:00 WIB Irwan A. Syambudi Nasional Share :

Solopos.com, SLEMAN -- Cendekiawan muslim mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii Maarif, menyatakan tak setuju jika Pilpres 2019 hanya diikuti satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

"Saya tidak setuju dengan calon tunggal, nanti seperti di daerah. Ada calon Bupati yang melawan kotak kosong, seperti itu tidak enak lah,” kata dia seusai menyambut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di rumahnya, Desa Nogotirto, Gamping, Sleman, Minggu (1/4/2018).

Tokopedia

Buya berpendapat jika Pilpres 2019 hanya diikuti satu pasangan capres dan cawapres, maka akan muncul peluang timbulnya kekuasaan yang otoriter. Karena itu, demi tegaknya demokrasi dalam Pemilu 2019, menurutnya harus ada minimal dua pasangan calon yang maju. Sejauh ini, baru Joko Widodo (Jokowi) yang sudah dipastikan maju ke Pilpres 2019.

“Saya tidak setuju itu [calon tunggal] harus ada pengimbangnya. Walaupun yang maju tidak akan merasa menang tidak apa-apa. Demi demokrasi harus ada [lebih dari satu pasangan calon]. Kalau di daerah kan sudah ada bupati yang melawan kotak kosong. Kalau itu bisa membuka peluang untuk menjadi otoriter, itu yang saya khawatirkan,” kata Buya.

Di sisi lain dirinya mengharapkan siapapun anak bangsa untuk bisa maju mengambil kesempatan pada Pilpres 2019. Imbauan itu terkait kekhawatiran munculnya Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon tunggal atau hanya melawan kotak kosong saja.

Sementara itu, terkait kedatangan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Syafii menyebutnya hanya sebatas silaturahmi antara anak muda dengan orang tua. Ia tidak mau berkomentar mengenai sosok pribadi Cak Imin.

Sebelumnya, kepada awak media, Cak Imin mengakui kedatangannya pada Minggu siang ke rumah Syafii salah satunya adalah untuk meminta doa restu untuk mencalonkan diri sebagai cawapres. “Ya saya memohon doanya kepada Buya, kami menyiapkan diri siapa tahu bangsa ini memang membutuhkan,” kata dia.