Dimintai Restu Cak Imin Jadi Cawapres, Buya Syafii Maarif Tolak Jadi Partisan

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berbincang dengan Syafii Maarif di Nogotirto, Gamping, Sleman, Minggu (1/4 - 2018). (Harian Jogja/Irwan A. Syambudi)
01 April 2018 15:16 WIB Irwan A. Syambudi Nasional Share :

Solopos.com, SLEMAN -- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengunjungi rumah Buya Syafii Maarif. Salah satu tujuan kunjungan Cak Imin ke rumah cendekiawan yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu adalah meminta doa restu atas keinginannya mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Cak Imin dan rombongan tiba rumah Buya Syafii di Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Sleman, pada Minggu (1/4/2018) sekitar pukul 11.30 WIB. Dalam pertemuan tertutup selama kurang lebih 1 jam itu, dia mengaku meminta doa restu untuk maju menjadi cawapres.

“Ya saya memohon doanya kepada Buya, kami menyiapkan diri siapa tahu bangsa ini memang membutuhkan,” ujarnya seusai pertemuan tersebut.

Terkait Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang, Cak Imin mengaku masih banyak kemungkinan langkah partainya, termasuk kemungkinan dirinya bergabung dengan koalisi tertentu selain pendukung Joko Widodo (Jokowi).

“Semua koalisi masih mungkin, semuanya masih cair. Tinggal kita tunggu satu bulan ini kristalisasinya,” kata dia.

Wakil Ketua MPR itu memastikan PKB sebagai bagian dari koalisi pendukung pemerintah masih tetap konsisten bersama pemerintahan Presiden Jokowi. Akan tetapi dia mengakui memang ada pendapat-pendapat lain di dalam tubuh PKB yang memungkinkan untuk bergabung dengan koalisi lain.

“Siapapun capresnya yang penting cawapresnya PKB gitulah kira-kira. Semuanya masih cair pertemuan lain belum ada. PKB masih fix dengan Pak Jokowi. Yang lain belum ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Buya Syafii Maarif enggan berkomentar banyak terkait dengan pencalonan Cak Imin menjadi cawapres. “Saya tidak mau menjadi partisan. Monggolah kalau mau maju [menjadi cawapres],” kata Buya.

Sumber : Harian Jogja

Kolom 1 day ago

Budaya Ngiras