Inilah Peninggalan Berharga Guru Besar UNS Solo 4 Jam Sebelum Meninggal

Guru Besar UNS Solo Alm Prof Wiryanto. (Istimewa)
01 April 2018 07:30 WIB Septhia Ryantie Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Profesor Wiryanto, Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS Solo, dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-191 UNS Solo, Kamis (29/3/2018) sekitar pukul 12.00 WIB. Empat jam kemudian sekitar pukul 16.12 WIB, Prof. Wiryanto meninggal dunia karena serangan jantung.

Kamis pagi itu, suasana di dalam Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo hening, ketika Wiryanto membacakan pidato pengukuhannya yang berjudul Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Berbasis Kearifan Lokal dalam Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar UNS.

Dosen Program Studi (Prodi) Biologi FMIPA UNS Solo yang sekaligus pakar di bidang sumber daya air tersebut menjabarkan tentang pentingnya pengelolaan sumber daya air. ”Pidato pengukuhan saya, mengangkat tema yang sangat penting, krusial namun sederhana bagi seluruh umat manusia, yaitu masalah air tawar,” papar Wiryanto mengawali pidatonya.

Ketersediaan Air

Wiryanto menjabarkan ketersediaan air, khususnya air tawar sangat diperlukan bagi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya. Masalah dia, jumlah sumber daya air terbatas dan seiring perkembangan jaman terjadi penurunan kuantitas dan kualitas air.

Untuk itu pengelolaan sumber daya air perlu memperhatikan sejumlah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat setempat untuk melindungi kelestarian sumber daya alam. Kearifan lokal terdiri atas dua sifat, yaitu dapat diakses publik dan bersifat rahasia, sakral dan dipegang teguh.

Kearifan lokal muncul melalui proses internalisasi yang panjang dan berlangsung turun temurun sebagai akibat interaksi antara manusia dengan lingkungannya.

Wiryanto mencontohkan Kahyangan, objek wisata alam mistis di Desa Dlepih, Tirtomoyo, Wonogiri, menyimpan banyak misteri yang masih dilestarikan dan mempunyai nuansa pengelolaan sumber daya air.  "Dengan masih terpeliharanya kearifan lokal tersebut, sumber air di Kahyangan masih terjaga kualitasnya," ujar dia.

Hari itu, pria kelahiran Sragen, 1 Agustus 1953 ini dikukuhkan Rektor UNS Solo, Ravik Karsidi sebagai guru besar.

Kolom 14 hours ago

Mengapa Ada Teror?