4 Jam Setelah Dikukuhkan, Guru Besar UNS Solo Meninggal

Guru Besar UNS Solo, Prof. Wiryanto saat dikukuhkan, Kamis (29/3 - 2018). (Istimewa)
31 Maret 2018 20:46 WIB Septhia Ryantie Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS Solo, Wiryanto, tutup usia sekitar empat jam setelah dikukuhkan sebagai guru besar. Wiryanto dikukuhkan sebagai Guru Besar FMIPA UNS Solo, Kamis (29/3/2018) sekitar pukul 12.00 WIB, sorenya sekitar pukul 16.12 WIB, Prof. Wiryanto mengembuskan nafas terakhir di RSUD Moerwardi Solo.

Hari itu, pria kelahiran Sragen, 1 Agustus 1953 ini resmi menyandang gelar Guru Besar. Wiryanto dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-191 UNS oleh Rektor UNS Solo, Ravik Karsidi. Meskipun dari wajahnya terlihat lelah, Wiryanto tetap menyambut ramah setiap orang yang memberikan ucapan selamat kepadanya seusai prosesi pengukuhan. Senyuman senantiasa tersungging di wajahnya.

Beberapa jam setelah acara itu, Wiryanto mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Solo setelah terkena serangan jantung. Menurut putra kedua Wiryanto, Dimas Pandu Wicaksono, 33, proses meninggalnya ayahnya terbilang cepat. Hal itu membuat kaget ibunya, kakaknya, Kunto Ari Bowo, 37, dan adiknya Dyah Ayu Sekarini, 28.

 Keluarga ikut menghadiri pengukuhan Wiryanto menjadi guru besar di UNS. Setelah acara selesai rombongan ini berniat foto bersama di salah satu studio foto di kawasan Keprabon, Solo. Namun sesampai di tujuan, Wiryanto yang mengambil toga di bagasi mobil mendadak lemas dan bersandar di mobil dengan posisi dahi menghadap atau tertelungkup ke mobil bertumpu kedua tangannya.

 Dimas yang melihat hal tersebut bergegas menghampiri dan membopongnya untuk dilarikan ke rumah sakit. ”Sampai di rumah sakit bapak langsung mendapat penanganan, ketika itu detak jantung bapak masih ada sedikit. Tetapi beberapa saat kemudian hilang,” ujar Dimas.

Selama dalam perjalanan ke rumah sakit, kata dia, guru besar kelahiran Sragen ini tak sempat mengeluarkan sepatah kata pun. Ketika dibopong masuk mobil menuju rumah sakit, Dimas sempat menangkap pandangan mata ayahandanya. ”Mungkin itu sebagai isyarat pamitan kepada saya,” kata dia.

Wiryanto diketahui mengidap sakit jantung sejak beberapa waktu lalu. Dalam beberapa lama ini kondisi kesehatannya dinilai baik dan tak pernah ada keluhan sakit lagi. Kaprodi MIPA UNS, Prabang Setyono, mengaku dekat dengan almarhum. Dia menjelaskan sebelum pengukuhan, dirinya sering berhubungan dengan Wiryanto karena didapuk sebagai penerima tamu saat pengukuhan.

Upacara pemakaman Wiryanto dihadiri pelayat seperti Rektor UNS Ravik Karsidi, dosen, pegawai, serta mahasiswa UNS. Jenazah Wiryanto diberangkatkan dari rumah duka ke permakaman Desa Serangan yang berjarak sekitar 20 meter selatan rumahnya di Perumahan Maduasri, Desa Gawanan, Colomadu, Karanganyar. (Iskandar)